Senin, 07 Oktober 2013

MELAKUKAN AMAL SHOLEH UNTUK KEPENTINGAN DUNIA ADALAH SYIRIK

Firman Allah  :
“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasaanya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia ini tidak akan dirugikan, mereka itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat kecuali neraka, dan lenyaplah di ahirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia, serta sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan”
 ( QS. Hud, 15 –16 ).
Dalam shoheh Bukhori dari Abu Hurairah, Rasulullah  bersabda :
“Celaka hamba dinar, celaka hamba dirham, celaka hamba khomishoh, celaka hamba khomilah (1), jika diberi ia senang, dan jika tidak diberi ia marah, celakalah ia dantersungkurlah ia, apabila terkena duri semoga tidak bisa mencabutnya, berbahagialah seorang hamba yang memacu kudanya ( berjihad dijalan Allah ), dengan kusut rambutnya, dan berdebu kedua kakinya, bila ia ditugaskan sebagai penjaga, dia setia berada di pos penjagaan, dan bila ditugaskan digaris belakang, dia akan tetap setia digaris belakang, jika ia minta izin (untuk menemui raja atau penguasa) tidak diperkenankan (2), dan jika bertindak sebagai pemberi syafaat ( sebagai perantara ) maka tidak diterima syafaatnya (perantaraannya)”.
Kandungan bab ini :
1-Motivasi seseorang dalam amal ibadahnya, yang semestinya untuk akhirat malah untuk kepentingan duniawi [termasuk syirik dan menjadikan pekerjaan itu sia-sia tidak diterima oleh Allah]
2-Penjelasan tentang ayat dalam surat Hud (3).
3-Manusia muslim disebut sebagai hamba dinar, hamba dirham, hamba khamishah dan khamilah [jika menjadikan kesenangan duniawi sebagai tujuan].
4-Tandanya apabila diberi ia senang, dan apabila tidak diberi ia marah.
5-Rasulullah  mendo‟akan : “ celakalah dan tersungkurlah”.
6-Juga mendoakan : “jika terkena duri semoga ia tidak bisa mencabutnya”.
7-Pujian dan sanjungan untuk mujahid yang memiliki sifat sifat sebagaimana yang disebut dalam hadits.
(1 ) Ayat ini menunjukkan bahwa amal ibadah tidak akan diterima oleh Allah kecuali bila memenuhi dua syarat :
pertama : ikhlas semata mata karena Allah, tidak ada syirik di dalamnya sekalipun syirik kecil seperti riya‟.
Kedua : sesuai dengan tuntunan Rasulullah , karena suatu amal disebut shalih jika ada dasar perintahnya dalam agama.
Ayat ini mengisyaratkan pula bahwa ibadah itu tauqifiyah, artinya berlandaskan pada ajaran yang dibawa Rasulullah , tidak menurut akal maupun nafsu seseorang.
(1 ) Khamishah dan khamilah adalah pakaian yang terbuat dari wool atau sutera dengan diberi sulaman atau garis garis yang menarik dan indah. Maksud ungkapan Rasulullah  dengan sabdanya tersebut ialah untuk menunjukkan orang yang sangat ambisi dengan kekayaan duniawi, sehingga menjadi hamba harta benda. Mereka itulah orang orang yang celaka dan sengsara.
(2 ) Tidak diperkenankan dan tidak diterima perantaraanya, karena dia tidak mempunyai kedudukan atau pangkat dan tidak terkenal ; soalnya perbuatan dan amal yang dilakukannya diniati karena Allah semata.
(3 ) Ayat ini menjelaskan tentang hukum orang yang motivasinya hanya kepentingan dan keni‟matan duniawi, dan akibat yang akan diterimanya baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar